Category Archives: olahan rumahan

Gulai Wader ala Saya

Dulu ibu suka masak wader dibumbu Rujak, warnanya kuning dan sueger kalau dimakan. Kali ini saya iseng masak wader dengan bumbu gulai sedikit pedas san dibanyakin daun jeruknya…. ternyata, yummy juga….

Advertisements

Telur Asin Panggang

Ini cerita tentang perkembangan dunia per bibik an (per bebek an ) maksudnya. Setelah semakin hari semakin banyak bebek terbeli, produksi telur juga semakin banyak, akhirnya, saya iseng membuat telur asin. Lama kelamaan gak cuma telur asin biasa yang cuma direbus, tetapi juga membuat telur asin oven, dan ternyata banyak yang suka. Selain telur asin lebih awet, telur asin oven ini lebih kenyal, kuning telur lebih masir dan berminyak, sert aroma nya yang khas, dan jujur saja saya suka sekali aroma telur asin yang baru keluar dari oven. Selama proses pengovenan, air dan garam dalam telur akan keluar. Kristal-kristal garam mengering dan memberikan aroma yang unik.

Membuat Emping Garut Tahap Demi Tahap

Proses pembuatan emping garut. Garut/irut/arrow root di kebun saya sengaja ditanam dibawah tanaman melinjo dan kurang mendapat sinar matahari. Setahun sekali kami memanennya (juni-juli) dan diproses menjadi emping garut yang harganya jauh lebih mahal dr emping melinjo… Dan bebas asam urat tentunya… 


Proses pembuatannya cukup mudah… Garut dibersihkan kemudian direbus dengan bumbu, setelah matang didinginkan dan dipotong kurang lebih 1 cm dan dipukul2 hingga tipis diatas lembaran plastik lalu dijemur dibawah sinar matahari

Berikut Prosesnya tahap demi tahap.

Garut Segar

Continue reading Membuat Emping Garut Tahap Demi Tahap

Trancam

Urap mentah (trancam) , daun pepaya muda, kacang panjang, mentimun, daun kencur, daun lempuyang, kenikir, dan kemangi... Raw food, young papaya leaves, cucumber, caemferia galanga leaves, sonchus leaves, long bean, lemon basil, lempuyang (medicinal root m

Tiba-tiba saja saya pengen sekali makan trancam super lengkap dimana ada daun pepaya mentah, daun kenikir mentah, daun kencur muda, daun lempuyang muda, kacang panjang, mentimun, kemangi, dan dengan bumbu mentah dari parutan kelapa muda yang dicampur dengan ulekan cabe merah, bawang putih, kencur, gula merah, daun jeruk purut, garam dan gula merah, WOOOOW, What a Delicious vegies. dan tanpa ketinggalan, rempeyek teri.

 

Jamur Barat Bumbu Teriyaki

Hari jumat itu selalu bikin hati ceria, pulang cepat, dan besoknya libur 2 hari. Tetapi hari ini ada yang lebih membuat berbunga-bunga, pasalnya, pas nyape rumah, naruh tas, dan ke kebun belakang nyari bapak  ternyata bapak menyapu kebun. Baru juga nyapa bapak, mata saya tertuju pada benda putih dibawah rumpun bambu, ah… rejeki , rupanya benda putih itu adalah jamur barat (https://en.m.wikipedia.org/wiki/Clitocybe_nebularis) yang lezat kalau diolah itu. Serasa ketiban ndaru hari ini, dapat bahan lauk yang lama saya rindukan.

Akhirnya, saya olah menjadi jamur barat saus teriyaki pedas dengan cara sebagai berikut:

Continue reading Jamur Barat Bumbu Teriyaki

Bolu pisang raja panggang

Belakangan ini saya dimanjakan dengan hasil kebun yang melimpah, ubi jalar madu, pepaya juga pisang raja, nah, khusus untuk bulan Oktober ini, sedang dihadiahi oleh Tuhan setandan besar pisang raja yang harum baunya ketika masak. Berhubung dirumah cuma berdua dengan Bapak,  rasa-rasanya akan lama waktu yang dibutuhkan untuk ngabisin pisang, akhirnya ada ide membuat cake pisang panggang dengan resep ngarang sebagai berikut :

Continue reading Bolu pisang raja panggang

Membuat Cendol sendiri

Sudah hari ke 10 ramadan dan masih belum tergoda untuk jajan minuman ataupun makanan penyegar yang banyak dijual orang saat ramadan begini. Alhamdulillah, masih setia dengan teh hangat, kurma dan sesekali membuat sup buah sendiri. Dan kali ini, berhubung masih punya stok tepung tapioka, tepung sagu, spirulina flakes, dan cincau hijau, saya membuag sendiri cendol untuk berbuka puasa.

image

Bahannya cukup simple :
1. Tepung tapioka 6 sendok makan
2. 2 sendok makan tepung sagu
3. 1 sendok makan spirulina flakes, diencerkan dengan 1 gelas air
4. 2 lembar daun pandan, diblender dengan segelas air dan disaring
5. 1/2 sendok teh garam
6. Gula batu, diletakkan dlm baskom berisi air

Cara membuatnya :
1.  Campur semua bahan, kecuali air es batu
2. Panaskan campuran diatas api kecil dan adum terus menerus
3. Setelah mendidih, dan larutan tepung mengental, dan berubah menjadi bening, segera angkat.
4. Masukkan dalam cetakkan, tekan bagian atas cetakan dan jatuhkan cendol ke baskom yang sudah diisi air es.
5. Diamkan selama 15 menit hingga cendol mengeras.
Cendol siap digunakan.

O ya, ini cetakan yang saya gunakan, kebetulan kemarin jalan-jalan ke supermarket dekat rumah dan saya menemukan alat ini, hasil cendolnya lebih bagus daripada dengan cetakan panci alumunium berlubang, harganya juga lumayan murah 🙂

image

Dan sepertinya kedepan akan lebih banyak lagi eksperimen pembuatan cendol yang akan saya lakukan 😆😅