Category Archives: Herba

Autopot dari Kotak Susu (Autopot using milk carton package)

Seringkali kita harus meninggalkan rumah beberapa hari dan tidak ada orang yang kita percaya untuk menyiram tanaman kita, sementara tanaman terutama yang masih kecil memerlukan penyiraman yang rutin.kita dapat mengakalinya dengan membuat autoirrigation sederhana dengan memanfaatkan barang bekas disekitar kita. dalam postingan ini, saya membuat tahap demi tahap bagaimana membuat autoirrigation untuk semaian tanaman.

sometime we have to leave home for few days and no people we can ask for watering our plants , while the plants need water everyday . we can make simple autoirrigation by utilizing unused things around us. this post show you how to make  simple autoirrigation step by step

Prinsip dasar autoirrigation adalah dengan mempertahankan kelembaban disekitar media tanam dalam waktu lebih dari dua hari. disini saya hanya menggunakan kotak bekas susu dan gelas air mineral.
image

Autoirrigation basic principle is to keep moisture around the planting media in more than two days . 

 

kotak susu diberi lubang seukuran sesuai dengan diameter bagian tengah gelas air mineral, diisi air dan siap untuk digunakan. begitu simple dan mudah bukan.

Make holes in one side of the box, put the mineral water glass , fill the bottom of box with water, and DONE, so simple.

Ngaglik-20130910-00397

Ngaglik-20131003-00519

Ngaglik-20131014-00551

Ngaglik-20140206-01055

IMG-20131128-00748

Advertisements

Berbagai Cara Menanam Mint

Sering sekali saya mendapat pertanyaan bagaimana menanam mint, dimana beli benih nya, atau bagaimana bisa mendapatkan bibit mint.  Menanam mint dari benih itu butuh kesabaran ekstra, setidaknya berdasarkan pengalaman saya, hehe, sebulan belum muncul, 2 bulan tumbuh rumput, dan dua bulan lebih baru menemukan satu tanaman mirip mint, senang tetapi dibumbui perasaan ragu mint atau rumput yang berhasil tumbuh.

Daripada harus gagap-gagap apakaah semaian mint saya berhasil tumbuh atau tidak, saya lebih suka menanam mint dari stek. Bibitnya saya beli disupermarket,cukup membeli satu ikat kecil saja.  Bagian pucuk dipetik untuk dijadikan minuman dan bagian batang yang tua dijadikan bahan tanam.

Mint merupakan herba yang batangnya beruas-ruas dan apabila dipotong lalu ditempatkan di tempat yang sesuai, dalam waktu satu minggu, akan muncul akar baru dan tunas baru di ruas nya. Setidaknya saya sudah mencoba beberapa cara dalam bertanam, antara lain :

  1. Teknik Knot

Saya menyebutnya teknik knot karena saya membuat simpul pada pangkal batang mint membentuk cincin. Cara ini terinspirasi dari cara bapak saya menanam sirih yang juga beruas ruas. Pembutan simpul dimaksudkan agar lebih banyak ruas yang menyentuh tanah, sehingga daya tumbuh stek juga bisa lebih dari sekedar hanya ditancapkan di media tanam

d179e743-7f08-48e0-90fb-20b23454a1c4
Teknik Knot

Teknik Knot ini membuat mint tidak banyak yang mati di tempat persemaian. Setelah simpul dibuat, cukup ditanam di pot kecil dengan media campuran pupuk organik 1 :1  dan diletakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung lebih kurang 1 minggu.

2. Menumbuhkan akar dalam media air lalu ditanam di tanah

Ini salah satu cara favorite saya, saat sedang malas, memetik batang yang sudah tua, dimasukkan kedalam wadah berisi air dan tunggu seminggu sampai keluar akarnya dan baru dipindahkan ke dalam pot yang sudah diisi dengan media tanah dan pupuk organic dengan perbandingan 1 : 1

Ngaglik-20131003-00517
batang mint ditumbuhkan di air sebelum dipindahkan ke pot permanen
Ngaglik-20130914-00419
mint dalam pot dengan media tanah dan pupuk organik

3. Mengembangbiakkan dengan merundukkan batang

Setelah tanaman mint kita tumbuh subur dan kemana-mana, kita bisa juga memberbanyak tanaman dengan melakukan perundukan. Caranya dengan menimbun batang yang memanjang dengan tanah dan menahannya dengan penjepit (saya menggunakan garpu buah) agar batang tetap menempel di tanah, setelah 2 minggu pada ruasnya sudah muncul akar, dan siap dipisah dari tanaman induk dan dipindahkan ke pot yang baru

Ngaglik-20131212-00819
merundukkan mint

 

4. Menanam Mint tanpa tanah

Mint dapat juga tumbuh subur dengan system simple wick hydroponic. Cukup dengan meletakkan batang mint yang sudah berakar, kedalam gelas air mineral yang sudah dilubangi dan diberi sumbu dari kain flannel kemudian diletakkan diatas wadah sederhana yang bisa dibuat dengan memanfaatkan barang bekas disekitar kita. Agar lebih subur, air didalam wadah ditambah dengan nutrisi hidroponik sesuai dosis atau bisa juga menggunakan 1 sendok teh pupuk nitrogen yang dilarutkan dalam 5 liter air.

DSCF2363.JPG
menanam mint dengan sistem wick

Ketika tanaman mulai rimbun dosis dapat ditambah maksimah 1,5 sendok the/5 liter air. Mint yang ditanam dalam media non tanah ini dapat diletakkan di Jendela dapur yang dapat sinar matahari atau didalam ruangan sebagai bagian dari tanaman indoor. Cukup sesekali saja dikeluarkan agar mendapat sinar matahari.

Selamat berkebun

Esbea