Ayam Kampung Unggul Sawung Agung

Mau cerita saja, sejak mutasi kerja ke Sleman, saya -pengen sekali punya binatang piaraan, banyak  alternatif sebenarnya, saya cuma pengen kelinci, tapi keinginan saya tidak pernah terwujud. Puluhan kali saya merayu bapak, puluhan kali pula ditolak. Alasan penolakannya antara lain :
#siapa yang mau kasih makan
#nanti menggali halaman
#kelinci binatang rewel, gampang korengan
#pipisnya bau
#eeknya jijay kayak eek tikus
Dll
Saking bosennya ngerayu dan ditolak, saya milih diam, daripada harus selalu ribut. Hingga suatu hari 2 teman sebelah meja di kantor cerita tentang ayam kampung unggul, penasaran juga, ditambah lagi, penampilan ayamnya setelah dewasa mirip ayam ayam di Video Dokumenter Keluarga Dervaes.  Ya sudah, sayapun ketularan mereka, ikut-ikutan miara ayam kampung, tidak tanggung-tanggung, 50 ekor. Sekarang sudah 1 bulan saya memiliki 50 ayam, tetapi frekuensi saya memberi makan bisa dihitung jari, selebihnya Bapak yang kasih makan, membersihkan kandang pun saya tak pernah, semuanya dilakukan bapak. Itung-itung mengalihkan perhatian dan pikiran bapak, biar gak kangen ibu terus, 🙂

image

image

image

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s