Berbagai Cara Menanam Mint

Sering sekali saya mendapat pertanyaan bagaimana menanam mint, dimana beli benih nya, atau bagaimana bisa mendapatkan bibit mint.  Menanam mint dari benih itu butuh kesabaran ekstra, setidaknya berdasarkan pengalaman saya, hehe, sebulan belum muncul, 2 bulan tumbuh rumput, dan dua bulan lebih baru menemukan satu tanaman mirip mint, senang tetapi dibumbui perasaan ragu mint atau rumput yang berhasil tumbuh.

Daripada harus gagap-gagap apakaah semaian mint saya berhasil tumbuh atau tidak, saya lebih suka menanam mint dari stek. Bibitnya saya beli disupermarket,cukup membeli satu ikat kecil saja.  Bagian pucuk dipetik untuk dijadikan minuman dan bagian batang yang tua dijadikan bahan tanam.

Mint merupakan herba yang batangnya beruas-ruas dan apabila dipotong lalu ditempatkan di tempat yang sesuai, dalam waktu satu minggu, akan muncul akar baru dan tunas baru di ruas nya. Setidaknya saya sudah mencoba beberapa cara dalam bertanam, antara lain :

  1. Teknik Knot

Saya menyebutnya teknik knot karena saya membuat simpul pada pangkal batang mint membentuk cincin. Cara ini terinspirasi dari cara bapak saya menanam sirih yang juga beruas ruas. Pembutan simpul dimaksudkan agar lebih banyak ruas yang menyentuh tanah, sehingga daya tumbuh stek juga bisa lebih dari sekedar hanya ditancapkan di media tanam

d179e743-7f08-48e0-90fb-20b23454a1c4

Teknik Knot

Teknik Knot ini membuat mint tidak banyak yang mati di tempat persemaian. Setelah simpul dibuat, cukup ditanam di pot kecil dengan media campuran pupuk organik 1 :1  dan diletakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung lebih kurang 1 minggu.

2. Menumbuhkan akar dalam media air lalu ditanam di tanah

Ini salah satu cara favorite saya, saat sedang malas, memetik batang yang sudah tua, dimasukkan kedalam wadah berisi air dan tunggu seminggu sampai keluar akarnya dan baru dipindahkan ke dalam pot yang sudah diisi dengan media tanah dan pupuk organic dengan perbandingan 1 : 1

Ngaglik-20131003-00517

batang mint ditumbuhkan di air sebelum dipindahkan ke pot permanen

Ngaglik-20130914-00419

mint dalam pot dengan media tanah dan pupuk organik

3. Mengembangbiakkan dengan merundukkan batang

Setelah tanaman mint kita tumbuh subur dan kemana-mana, kita bisa juga memberbanyak tanaman dengan melakukan perundukan. Caranya dengan menimbun batang yang memanjang dengan tanah dan menahannya dengan penjepit (saya menggunakan garpu buah) agar batang tetap menempel di tanah, setelah 2 minggu pada ruasnya sudah muncul akar, dan siap dipisah dari tanaman induk dan dipindahkan ke pot yang baru

Ngaglik-20131212-00819

merundukkan mint

 

4. Menanam Mint tanpa tanah

Mint dapat juga tumbuh subur dengan system simple wick hydroponic. Cukup dengan meletakkan batang mint yang sudah berakar, kedalam gelas air mineral yang sudah dilubangi dan diberi sumbu dari kain flannel kemudian diletakkan diatas wadah sederhana yang bisa dibuat dengan memanfaatkan barang bekas disekitar kita. Agar lebih subur, air didalam wadah ditambah dengan nutrisi hidroponik sesuai dosis atau bisa juga menggunakan 1 sendok teh pupuk nitrogen yang dilarutkan dalam 5 liter air.

DSCF2363.JPG

menanam mint dengan sistem wick

Ketika tanaman mulai rimbun dosis dapat ditambah maksimah 1,5 sendok the/5 liter air. Mint yang ditanam dalam media non tanah ini dapat diletakkan di Jendela dapur yang dapat sinar matahari atau didalam ruangan sebagai bagian dari tanaman indoor. Cukup sesekali saja dikeluarkan agar mendapat sinar matahari.

Selamat berkebun

Esbea

 

Advertisements

One thought on “Berbagai Cara Menanam Mint

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s