Teh Sore Bersama Bapak

image
Hanya teh dan biskuit

ini kebiasaan baru kami (saya dan bapak), sepulang kantor, nongkrong didapur sekedar untuk ngobrol sambil menikmati segelas teh. Hari ini banyak yang kami bahas, kegiatan hari ini, kehidupan kantor dan sebuah peristiwa yang baru-baru ini kami berdua hadapi hingga ada sebuah kalimat dari bapak yang akan saya ingat sepanjang hidup saya ..Insyaalloh

Kelak, ketika mempunyai kelebihan karena kepandaian, karya, maupun benda, jangan bertepuk dada, tetaplah rendah hati menghargai sesama tanpa pandang apapun dan siapa mereka, berperilaku baik dan berbuat baik pada siapapun. Karna kebaikan sekecil apapun, akan mempertemukanmu dengan orang-orang baik yang selalu mendoakan kebaikan sepanjang hidupmu.

Hhhh…., thanks Dad, for everything

Advertisements

Berbagai Cara Menanam Mint

Sering sekali saya mendapat pertanyaan bagaimana menanam mint, dimana beli benih nya, atau bagaimana bisa mendapatkan bibit mint.  Menanam mint dari benih itu butuh kesabaran ekstra, setidaknya berdasarkan pengalaman saya, hehe, sebulan belum muncul, 2 bulan tumbuh rumput, dan dua bulan lebih baru menemukan satu tanaman mirip mint, senang tetapi dibumbui perasaan ragu mint atau rumput yang berhasil tumbuh.

Daripada harus gagap-gagap apakaah semaian mint saya berhasil tumbuh atau tidak, saya lebih suka menanam mint dari stek. Bibitnya saya beli disupermarket,cukup membeli satu ikat kecil saja.  Bagian pucuk dipetik untuk dijadikan minuman dan bagian batang yang tua dijadikan bahan tanam.

Mint merupakan herba yang batangnya beruas-ruas dan apabila dipotong lalu ditempatkan di tempat yang sesuai, dalam waktu satu minggu, akan muncul akar baru dan tunas baru di ruas nya. Setidaknya saya sudah mencoba beberapa cara dalam bertanam, antara lain :

  1. Teknik Knot

Saya menyebutnya teknik knot karena saya membuat simpul pada pangkal batang mint membentuk cincin. Cara ini terinspirasi dari cara bapak saya menanam sirih yang juga beruas ruas. Pembutan simpul dimaksudkan agar lebih banyak ruas yang menyentuh tanah, sehingga daya tumbuh stek juga bisa lebih dari sekedar hanya ditancapkan di media tanam

d179e743-7f08-48e0-90fb-20b23454a1c4
Teknik Knot

Teknik Knot ini membuat mint tidak banyak yang mati di tempat persemaian. Setelah simpul dibuat, cukup ditanam di pot kecil dengan media campuran pupuk organik 1 :1  dan diletakkan di tempat yang tidak terkena sinar matahari secara langsung lebih kurang 1 minggu.

2. Menumbuhkan akar dalam media air lalu ditanam di tanah

Ini salah satu cara favorite saya, saat sedang malas, memetik batang yang sudah tua, dimasukkan kedalam wadah berisi air dan tunggu seminggu sampai keluar akarnya dan baru dipindahkan ke dalam pot yang sudah diisi dengan media tanah dan pupuk organic dengan perbandingan 1 : 1

Ngaglik-20131003-00517
batang mint ditumbuhkan di air sebelum dipindahkan ke pot permanen
Ngaglik-20130914-00419
mint dalam pot dengan media tanah dan pupuk organik

3. Mengembangbiakkan dengan merundukkan batang

Setelah tanaman mint kita tumbuh subur dan kemana-mana, kita bisa juga memberbanyak tanaman dengan melakukan perundukan. Caranya dengan menimbun batang yang memanjang dengan tanah dan menahannya dengan penjepit (saya menggunakan garpu buah) agar batang tetap menempel di tanah, setelah 2 minggu pada ruasnya sudah muncul akar, dan siap dipisah dari tanaman induk dan dipindahkan ke pot yang baru

Ngaglik-20131212-00819
merundukkan mint

 

4. Menanam Mint tanpa tanah

Mint dapat juga tumbuh subur dengan system simple wick hydroponic. Cukup dengan meletakkan batang mint yang sudah berakar, kedalam gelas air mineral yang sudah dilubangi dan diberi sumbu dari kain flannel kemudian diletakkan diatas wadah sederhana yang bisa dibuat dengan memanfaatkan barang bekas disekitar kita. Agar lebih subur, air didalam wadah ditambah dengan nutrisi hidroponik sesuai dosis atau bisa juga menggunakan 1 sendok teh pupuk nitrogen yang dilarutkan dalam 5 liter air.

DSCF2363.JPG
menanam mint dengan sistem wick

Ketika tanaman mulai rimbun dosis dapat ditambah maksimah 1,5 sendok the/5 liter air. Mint yang ditanam dalam media non tanah ini dapat diletakkan di Jendela dapur yang dapat sinar matahari atau didalam ruangan sebagai bagian dari tanaman indoor. Cukup sesekali saja dikeluarkan agar mendapat sinar matahari.

Selamat berkebun

Esbea

 

Inspirasi Berkebunku : Kebun Keluarga Lorentz

Tahun lalu, sempat mengunjungi farm keluarga Lorentz di  Bandung, layout kebunnya kelihatan banget menggunakan gaya berkebun western, walaupun material bangunan didalam farm menggunakan bahan lokal seperti bambu dan kayu lokal.

image

Aneka jenis tanaman yang ada di Lorentz Farm kebanyakan bahan salad dan herb seperti selada, rosemary, mint, basil, juga nasturtium. Ternak yang ada di farm juga beragam, dengan menempati areal 6000 meter persegi, lebih dari cukup untuk memelihara beberapa kambing perah, sapi perah, ayam, kelinci, juga bebek.

image

image

image

image

image

Nyonya Lorentz juga sempat bilang, apa yang ada di farm adalah hang mereka butuhkan sehari-hari, dan kalaupun ada yang berlebih dan dibeli orang, itu efek menyenangkan dari berkebun, badan sehat, perut kenyang dapat duit pula. Saya rasa semua pecinta gardening merasakan juga. Wish one day i can visit her.

Bagikan Sesuatu Yang Positif, Beroleh Energi Positif

Sebulan lalu saya membuat postingan di facebook tentang aquaponic, budidaya tanaman sayuran di lahan sempit dan dipadukan dengan memelihara ikan. Saya sengaja membuat postingan tersebut untuk memudahkan saya ketika mencari ide dalam kegiatan berkebun.

image

Tidak saya duga, dalam hitungan 3 hari  postingan saya sudah di share lebih dari 30.000 orang. Suatu malam di bulan maret, seorang sahabat yang bermukim di Pekanbaru mengirimkan pesan lewat BBM

Proud of you mbak, postinganmu yang inspiratif itu di share kemana-mana, ini di siakap keli juga ada, dan aku lagi diskusi dengan bangga mengatakan aku kenal yang posting itu, hahah

Wuih, kaget saya, saya tidak mengira kalau bakalan seperti itu, hari-hari berikutnya, facebook saya banjir friend request  dan message orang dari banyak negara. Ketika saya approve semuanya, saya berkenalan dengan satu keluarga Filipina yang berprofesi sebagai Kitchen garden desainer, berkenalan dengan homegardener super keren dan landscaper handal, disamping ratusan pecinta berkebun tentunya. Dan sampai tepat 1 bulan setelah saya posting, dari wall saya saja sudah di bagikan sebanyak 67.000 kali lebih. Dan posting saya yang lain juga hampir sama, puluhan ribu share dalam waktu sebulan

image

Saya juga mendapat banyak masukan ide dari orang-orang yang berkompeten dalam dunia berkebun, bisa diskusi panjang dan lebar tentang iklim, landscaping dan fisiologi tanaman yang tidak sepenuhnya saya kuasai, bahkan saya mendapat rekomendasi berbagai buku yang bisa saya baca untuk memperkaya wawasan saya. Dengan share hal positif kecil saja, saya merasa begitu banyak mendapat wawasan baru, energi baru.

Memang saya sudah hampir 6 bulan ini berusaha membatasi interaksi saya di group-group di fb, bbm, maupun wa yang isinya cuma debat kusir, bullying atau sekedar omong kosong, sekedar menghabiskan waktu. Kalaupun tidak sampai keluar dr group saya hanya sebagai silent reader, men-set notifikasi, dan membuka jika benar-benar selow. Dulu setiap posting joke, atau kejadian-kejadian yang sering dikomentarj itu rasanya menjadi orang populer, but i got nothing, cuma ngabisin waktu, kadang kalau ada yang keladuk/kelewatan bicara, ujung-ujungnya tidak baik bagi mood dan mental saya hahaha. Memang bukan perkara mudah meninggalkan cuap-cuap gak penting di medsos, tetapi dengan berpegang pada prinsip KATAKAN YANG BAIK ATAU DIAM , semuanya akan terasa mengalir.
Saya tidak ingin populer dengan postingan saya, saya juga tidak ingin dianggap pintar karena saya hanya brrusaha membagikan apa hang saya pelajari, saya baca, siapa tahu orang lain juga ingin mempelajarinya juga. saya  tidak menginginkan pujian, tetapi setidaknya apa yang saya share tidak menimbulkan diskusi yang tidak terkendali, tidak fokus, menyebabkan seseorang menfitnah atau di fitnah dan hal buruk lain yang mungkin terjadi.

Semoga tulisan ini, menjadi pengingat saya untuk selalu menyebarkan hal-hal baik agar kebaikan dan energi positif dalam kehidupan ini juga selalu berpihak kepada saya… aamiin. 🙂

Hemat Pangkal Kaya (Katanya)

image

Belakangan ini saya punya kebiasaan baru yaitu Mêmêt (menghitung segala sesuatu sampai detail) terutama masalah keuangan untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari makanan, biaya laundry, listrik, urusan sosial, jalan-jalan sampai urusan rokok bapak. Kalau dulu cukup dengan mengalokasikan sekian ribu untuk hidup seminggu, cukup tidak cukup, jadi sering sekali foya-foya di awal minggu, puasa di akhir minggu, sekarang harus memikirkan kesetabilan stok makanan dan cash money untuk kebutuhan fisik dan sosial lainnya ☺
Khusus untuk makanan, akhir-akhir ini setiap pengen jajan, pasti kepikiran bapak seorang dirumah, saya jajan enak diluar, bapak makan seadanya dan bergantung pada masakan saya.
Misal saya jajan 25 ribu seorang diri, sekali makan, saya langsung mikir, 25 ribu bisa saya belikan bahan lauk, buah untuk makan, sayur ambil dikebun sebagian, beras tinggal ambil di gudang, saya dan bapak bisa makan 3 kali . Walhasil, saya jadi lumayan mengurangi frekwensi makan diluar akhir-akhir ini. Bahkan kalau pagi, saya selalu menyiapkan bekal untuk dimakan di kantor, jauh lebih sesuai selera, tambah lebih ngirit lagi. Hemat Pangkal Kaya (katanya) karena pada kenyataannya, satu sisi dihemat, sisi lain, ketika punya sedikit kelebihan, masuk tabungan, kemudian akan berpikir ingin beli ini, itu, termasuk baju, sepatu, jam, motor, pengen jalan-jalan, liburan , … ah ya sutralah… yang penting masih ingat nabung untuk persiapan jika harinya tiba, bekal hidup didunia dan kalau bisa juga untuk di akhirat, buat sekolah anak-anak, buat beli isi rumah hahahha:D

Selimut Jahitan Tanganku

image

Satu dua minggu belakangan saya lagi rajin beberes, memilah barang, dan pakaian agar mudah mencari saat dibutuhkan. Saya mendapati beberapa benda yang bernilai sejarah bagi kehidupan saya, diantaranya 4 selimut ini. Umur selimut  mungkin sekitar  6-7  tahunan. Saya buat ketika 5 tahun merantau di Makassar. Semua selimut ini 2 in 1. katun berlapis kain panas yang lembut, dan semuanya saya jahit dengan tangan.ketika musim panas, bagian sisi kain katun dibagian dalam, sebaliknya, saat musim dingin, kain panas di sisi dalam. Pengerjaan satu selimut bisa sampai satu bulan, karena saya hanya menjahitnya dengan tangan saat sepulang kerja atau waktu libur.
Sebenarnya kalau dipikir-pikir, ngapain susah susah njahit, beli sangat murah, tetapi disini saya lebih menghargai proses pembuatannya,perjuangannya, bahkan sampai sekarang, semuanya masih bisa digunakan dan tetap nyaman.
Kalau diingat, mungkin konyol, kesepian di kamar kost, mati gaya karena ndak ada kegiatan, ujung ujungnya melakukan apa saja, termasuk menjahit selimut-selimut ini. Sekarang jadi benda kenangan betapa ngiritnya hidup saya waktu itu, bahkan pengen punya selimut aja beli kain dan dijahit sediri, wkwkwk.
Ketika selimut-selimut itu saya bawa pulang ke Jogja, Alm. ibu sama Alm. Mbah Kerto (nenek yang mengasuh bapak wKtu kecil) sampai berkaca-kaca, kok ya kuat-kuate njahit tangan 4 selimut sekaligus. Iya juga sih, sekarang mana sanggup saya menjahit selimut tanpa bantuan mesin, kalaupun sanggup pasti butuh waktu jauh lebih lama, hihihi

2 bulan sudah

image

Tidak terasa, hari ini tepat 2 bulan ibu pergi, hari-hari terlewati hanya berdua dengan bapak.  Sudah beberapa hari ini bawaannya melow melulu, sering sekali sekelebatan teringat ibu. Mencuci piring di dapur pun kadang masih suka ngerasa ibh ada dibelakang saya memasak.  Pas curhat sama bapak, jawabnya “ah, ini karena pas wetonmu, makane perasaanmu suka nganeh-anehi”… ah sudahlah bapak malah mulai ceramah .
Terlepas besok adalah hari lahirku (dalam hitungan hari jawa) atau bukan, yang jelas, beberapa hari ini, sosok ibu benar-benar memenuhi pikiran. Puluhan perandai-andaian memenuhi kepala
*andai ibu masih, pasti dia akan mengerti resah yang saat ini kurasakan
*andai ia disampingku, pasti dia memberi pertimbangan pertimbangkan untukku mengambil langkah
* pasti malam ini dia masih mengusapkan tangannya dikepalaku
*pasti dia akan melingkarkan tangannya dan memelukku hingga aku merasa damai,

Kalau saja masih ada, pasti akan banyak hal hang kuceritakan padanya, Ibu, aku bisa ini, aku barusaja melakukan ini, aku bertemu dengan ini, aku bisa melakukan yang selama ini ibu ajarkan, aku bisa jadi lebih baik dalam ini dan itu, ah…. begitu banyak hal terjadi setelah kepergiannya, mungkin waktu semalam tak kan cukup.

Semoga ibu damai disisi-Nya, tak seharusnya aku mengusiknya dengan masalahku didunia ini, dengan keluh kesahku, karena Alloh telah membebaskannya dari rasa sakit, memeluknya… bisa jadi Ibu juga telah bersama-sama di sana bersama adik laki-lakiku. Doa terbaikku untuk kalian berdua.