Perkedel jagung ala Esbea

image

Iseng disaat libur, kebetulan punya banyak jagung manis dirumah, dan ponakan merengek minta nugget, ya udah dibuatin ‘nugget’ ala dudedudi aja …. padahal lebih tepatnya ini perkedel, dan alhamdulillah Cempluk doyan banget…

Bahan :
1. Jagung manis ukuran sedang, 4 buah
2. Telur 1 butir
3. Terigu 3 sdm
4. 1 siung bawang putih
5. Garam sejumput
6. Merica 1/2 sdt
7. Daun bawang 1 batang potong halus
8. Minyak untuk menggoreng

Cara membuat :
1. Parut jagung dengan parutan kasar
2. Tambahkan bumbu, bawang putih, merica, dan garam yang telah dihaluskan
3. Tambahkan telur, terigu dan daun bawang, aduk hingga rata
4. Goreng dalam minyak panas hingga kekuningan
5. Angkat, tiriskan dan sajikan

Perkedel ini enak dinikmati dengan cocolan kecap yang ditambah irisan bawang merah dan cabe rawit ☺

Advertisements

Terus Bergerak dan Lupakan Rasa Sakit

image

Kemarin malam dapat dhawuh dari ibu untuk membeli telur dan gula ke supermarket tak jauh dari rumah. Tetapi dalam  perjalanan saya mendapat kecelakaan saat menyeberang jalan dan kaki saya terserempet pengendara anak-anak yang ngebut sangat cepat. Saya tidak sempat terjatuh tetapi mata kaki kanan saya yang mengalami luka akibat goresan footstep terasa ngilu sekali. Saya masih sempat meminggirkan motor yang saya kendarai sebelum akhirnya saya tak sadarkan diri dan ketika terbangun, saya sudan berada di IGD. Dan malam itu, saya tetap memaksakan diri pulang, karena saya tidak mau orang tua saya panik karena saya tidak pulang semalaman, meskipun sempat juga membuat beberapa teman galau ketika saya bilang saya di IGD.
Sebelum pulang, dokter menjelaskan apa yang terjadi pada kaki saya, lukanya cukup dalam tetapi tidak perlu dijahit, sejauh dilakukan pemeriksaan luar tidak ada yang retak pada telapak kaki dan area pergelangan, tetapi karena area tersebut area jaringan ikat longgar (tidak seperti pada otot), maka terjadi pembengkakan seketika setelah benturan, tetapi juga lebih cepat kempesnya.
Dokter juga berpesan, agar cepat pulih, selain obat dan salep, saya harus terus berusaha menggerakkan kaki saya agar peredaran darah di area kaki tetap lancar dan pembengkakan lebih cepat hilang.
Sampai dirumah sambil menahan rasa ngilu hebat, saya berusaha tidur, tetapi keesokan paginya,kaki saya kaku, ngilu tak tertahan, dan saya sempat  berpikir untuk tidak masuk kerja. Niat bolos saya urungkan karena setelah beberapa saat saya oleskan balsem di area yang bengkak dan mencoba pelan-pelan berjalan, saya yakin bisa sampai kantor walau harus berkendara pelan-pelan.
Selama seharian di kantor saya malah banyak aktivitas jalan, sempat naik turun tangga juga, tetapi semakin sore rasa ngilu jauh berkurang, bahkan pulang kantor, kaki kanan saya sudah bisa dipakai untuk menginjak rem… Alhamdulillah.
Malam ini ketika saya terbangun dan menulis notes inj, saya juga malah hanya mèrasakan kaki saya sedikit kebas, bahkan cara jalan saya sudah normal, hingga ibu saya pun sampai saat ini tidak tahu apa yang terjadi. 🙂

Jujur, saya sempat berfikir pekerjaan saya dan beberapa aktivitas di kantor,kebun dan aktivitas fisik saya akan sangat terganggu, bahkan dikepala sempat berputar skenario cengeng, bodoh dan manja saya karena luka yang saya alami. Bersyukur sekali, semua pikiran negatif tidak terjadi. Dengan menuruti nasehat dokter untuk terus bergerak, dengan sendirinya itu adalah obat.

Saya jadi teringat sebuah nasihat “keep moving and you will forget your pain”. Sangat benar adanya dan setelah kecelakaan kemarin baru saya sadari sepenuhnya.  Moment ini pula yàng membawa saya kembali merenungkan, tidak sebatas tentang kecelakaan yang identik dengan benturan pada tubuh, tetapi juga permasalahan-permasalahan yang kita hadapi sehari-hari.
Masalah berat ataupun ringan  kalau hanya dipikirkan ya tetep akan menjadi benang kusut dan mengotori pikiran saja. Tetapi ketik menghadapi permasalahan, lalu memikirkan solusinya, berfikir positif dan tetap memikirkan hal-hal lain yang  agar terus tumbuh menjadi lebih baik, tanpa kita sadari justru membawa kita pada solusi terbaik, tanpa merasa kehilangan terlalu banyak energi, membuang waktu untuk hal-hal negatif, dan dihinggapi begitu banyak energi positif yang membuat hidup jadi lebih hidup. 🙂

Oneday no rice… (1)

image

Sejak hari raya idul adha, gaya hidup eh… gaya makan saya sangat amburadul baik jenis dan waktu makannya, alhasil tubuh tumbuh secara tak beraturan dan perlu komitmen kuat untuk kembali  menjadi normal, huhuhu…..
Seharian kemarin saya sukses tidak makan nasi, tepat waktu membuat juice, dan sarapan cukup buah. Siang nya cukup makan sayuran yang dipanggang dan dengan sedikit tuna panggang untuk sumber protein dan dilumuri minyak zaitun dan ditaburi abon cabe.

image

Malam hari sangat-sangat lapar, tapi Alhamdulillah bisa mengendalikan diri dengan nyantap buah dari kebun sendiri.